Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Video

Berita

Nasional

Teknologi

Opini

Agama

» » » KPPA Minta Polisi Usut Tuntas Praktik Prostitusi Anak di Aceh Barat


 Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak (KPPA) Aceh, meminta dengan tegas dan mendesak pihak penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus praktik prostitusi yang berhasil diungkap oleh Kepolisian di Meulaboh, Aceh Barat, pada Jumat (16/3) lalu.

Komisioner KPPA Aceh Bidang Hak Sipil, Partisipasi, Kesehatan, Sosial, Anak dalam Situasi Darurat, Anak Berkebutuhan Khusus, Firdaus D Nyak Idin, mengatakan, pihaknya mendorong agar pihak Kepolisian Daerah (Polda) Aceh melakukan pengembangan lebih jauh dan dalam terhadap kasus prostitusi itu.

“Para pihak (penyedia dan pengguna) yang terlibat dalam prostitusi adalah pedofil dan predator anak, yang dapat melakukan aksinya dimana pun dan kapan pun. Untuk itu, penting untuk menangkap para pedofil ini dan dihukum seberat-beratnya,” kata Firdaus, Senin (19/3) malam.

Dia juga meminta aparat penegak hukum agar membongkar jaringan tersebut, serta mengejar para hidung belang yang sudah menafaatkan para korban.

Firdaus mengungkapkan, kasus ini tidak sederhana, sebab terjadi beberapa bentuk pelanggaran undang-undang yang telah dilakukan.

Di antaranya Pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 tahun 2014, misalnya terkait kelalaian dalam pengasuhan anak atau penelantaran anak (Pasal 77), kekejaman dan kekerasan seksual terhadap anak (Pasal 80), pemaksaan persetubuhan dengan anak (Pasal 81), tipu muslihat sehingga anak melakukan perbuatan cabul (Pasal 82), perdagangan anak (Pasal 83), eksploitasi seksual anak (Pasal 88).

“Kasus ini juga melanggar UU Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang,” jelasnya.

Sementara itu, dia menyampaikan, pemerintah setempat harus melakukan langkah-langkah perlindungan khusus untuk anak korban prostitus. Misalnya, dengan memberikan layanan konseling untuk pemulihan atau rehabilitasi kesehatan fisik, mental, dan sosial.

“Tetap memberikan pelayanan pendidikan. Menyediakan atau mempersiapkan lingkungan sosial dan pengasuhan yang memadai bagi proses pemulihan dan tumbuh kembang. Memberikan perlindungan hukum dan pendampingan selama proses peradilan. Memberikan dukungan penguatan bagi keluarga korban. Serta melakukan upaya-upaya lain agar hal serupa tidak terjadi lagi,” harapnya.

KPPA Aceh mengapresiasi atas kinerja kerja Polres Aceh Barat yang telah mengungkap dan membongkar kasus Perdagangan Anak di Aceh Barat. Hal serupa juga diharapkan dapat diupayakan oleh Polres lainnya di Provinsi Aceh.

“Karena indikasi perdagangan manusia sering sekali tidak nampak secara kasat mata,” tutupnya.[]
Sumber: news.akurat.co

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply