Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Video

Berita

Nasional

Teknologi

Opini

Agama

» » » » » Urgensi Literasi dan Penegakan Hukum yang Tegas

Memang penting adanya edukasi tentang literasi media digital. Lawrence Lessig dalam buku "Budaya Bebas: Bagaimana Media Besar Memakai Teknologi dan Hukum untuk Membatasi Budaya dan Mengontrol Kreativitas" menyebut literasi media sebagai kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan mendekonstruksi pencitraan media.
Dengan kemampuan ini masyarakat sebagai konsumen media (termasuk anak-anak) menjadi sadar (melek) tentang cara media dikonstruksi (dibuat) dan diakses.

Literasi media digital juga perlu diperkenalkan kepada generasi muda agar dapat memahami aturan-aturan yang semestinya dilakukan ketika menggunakan jejaring media sosial dalam menyampaikan pendapat atau ketidaksukaan pada suatu hal.

Publik juga perlu diedukasi untuk dapat membedakan antara kritik dan ujaran kebencian. Mempertanyakan kinerja pemerintah terhadap suatu masalah bukanlah ujaran kebencian. Tapi menyerukan untuk menyakiti dan membunuh pejabat pemerintah karena sentimen suku, agama, ras, etnis, dan golongan adalah bentuk ujaran kebencian.

Oleh karena itu,  Pers dalam hal ini juga rentan menjadi kelompok yang akan terbungkam jika pemahaman tentang ujaran kebencian dimaknai secara gegabah. Namun Surat Edaran Kapolri tahuh 2015 juga bisa menjadi sangat efektif untuk mencegah atau setidaknya menghentikan sepak terjang media abal-abal yang kerap menyerukan kebencian.

Bukan rahasia lagi beberapa media yang berlabel agama kerap melakukan seruan kebencian dan mendesain konstruksi negatif terhadap kelompok-kelompok minoritas di Indonesia. Oleh karena itu diperlukan aturan yang jelas dan penegakan hukum yang tegas.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply