Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Video

Berita

Nasional

Teknologi

Opini

Agama

» » » » » » Waspada Ujaran Kebencian


Damar Juniarto, pegiat Southeast Asia Freedom of Expression Network (Safenet), menyebut bahwa ujaran kebencian merupakan ancaman untuk kebebasan berekspresi. Ia menyaru dalam bentuk kritik, namun pada dasarnya hendak menjatuhkan dan menyebarkan ancaman.

Menurut Damar, tingkatan ujaran kebencian bisa mulai dari pelecehan terhadap identitas rasial, menghasut untuk melakukan tindakan kriminal, sampai mengajak orang untuk menyakiti /membunuh orang lain.

Pada tataran yang paling ringan, ujaran kebencian bisa merupakan perkataan, seruan yang didasari oleh rasa tidak suka dengan tendensi merendahkan dan ajakan untuk melakukan tindakan kekerasan.

Beberapa bulan terakhir banyak sekali postingan di media sosial yang menunjukan gejala ini. Beberapa netizen mengekspresikan kebenciannya dengan ujaran melakukan kekerasan karena sentimen ras. Kekerasan itu diutarakan dalam bentuk memperkosa dan menyembelih orang yang ia benci karena rasnya.

Fenomena ini, menurut Damar, bukanlah bentuk kebebasan berekspresi melainkan upaya melegitimasi tindakan kekerasan melalui ujaran kebencian.

Dalam beberapa hal, ujaran kebencian berusaha dibenarkan dengan banyak hal. Misalnya kondisi politik yang tidak menentu, alasan ekonomi yang timpang atau tingkat pendidikan yang rendah.

Beberapa ujaran kebencian kerap dilakukan oleh orang yang berpendidikan. Bukan tidak mungkin seorang profesor merendahkan seseorang berdasarkan identitas rasnya, lantas menyerukan ajakan untuk melakukan makar kepada pemerintah yang sah.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply